August 21, 2021 By 1c-nalog.info 0

Mengintip Kisah Sukses Servasius Bambang, Peracik Minyak Kutus Kutus

Mengintip Kisah Sukses Servasius Bambang, Peracik Minyak Kutus Kutus

Tren di dunia kesegaran yang kerap silih berganti, ikut membuat perubahan perspektif seseorang dalam memilih obat untuk mengobati penyakit mereka. Kini orang-orang lebih cenderung memilih metode pengobatan herbal yang lebih safe dan alami.

Siapa yang tidak mengenal Minyak Kutus Kutus? Minyak oles memproses PT Tamba Waras ini menjadi hits di beraneka kalangan. Konon, banyak khasiat yang diberikan oleh minyak tersebut. Dari terasa sakit kepala, diare, pegal-pegal, wasir, asam urat, dan tetap banyak lagi.

Desa kecil bernama Bona yang terdapat di Kabupaten Gianyar, Bali menjadi saksi ditemukannya Minyak Kutus Kutus oleh Servasius Bambang Pranoto terhadap th. 2012 lalu. Penasaran seperti apa gagasan awal pembuatan minyak fenomenal tersebut? Begini ceritanya Kisah Pembuat Minyak Kutus-kutus .

Sakit sampai lumpuh
Awal terciptanya minyak Kutus Kutus, tak lain dikarenakan penyakit yang dialami Bambang. Pria asal Klaten, Jawa Tengah ini miliki kepribadian yang unik. Setelah resign dari sebuah perusahaan di Belanda, ia memilih untuk memberikan seluruh hartanya sebagai warisan untuk istri dan anaknya.

Lalu ia pun menentukan hijrah ke Gianyar, Bali supaya sanggup menggunakan kala lebih banyak untuk bermeditasi. Namun nahas, berjalan suatu moment mengenaskan terhadap dirinya tak lama sehabis itu. Bambang terperosok ke dalam jurang kala tengah mencari daun sayur kangkung di sawah untuk memasak.

Kecelakaan tersebut berakibat fatal. Ia tak sanggup menggerakan kedua kakinya sampai jelas kecuali ternyata mengalami kelumpuhan. Meski demikian, Bambang justru tidak berputus asa. Ia mengalihkan rasa sakitnya tersebut dengan rutin bermeditasi jual minyak kutus kutus asli .

(Baca juga: 5 Kesalahan Pelaku UKM dalam Mengelola Keuangan)
Sampai terhadap suatu waktu, Bambang terinspirasi untuk membawa dampak obat penyakitnya sendiri. Dengan kemampuan yang seadanya, ia meracik sendiri beraneka tanaman obat dan sebagian bahan lain.

Ada pun minyak tersebut awalnya tidak diniatkan untuk dijual. Bambang memanfaatkan minyak tersebut untuk dibalur di kedua kakinya yang lumpuh. Setelah tiga bulan, ia mengalami kesembuhan total lewat penggunaan minyak tersebut secara rutin. Ia lantas membagi-bagikan minyak ini kepada teman-temannya yang sakit.

Saat mendengar kesaksian teman-temannya yang termasuk mengalami kesembuhan sehabis memanfaatkan minyak tersebut, maka Bambang pun semakin yakin diri untuk memproses minyak yang kelanjutannya diberi nama Kutus Kutus itu untuk dijual secara umum.

Konsep Minyak Kutus Kutus
Asal muasal nama Kutus Kutus diperolehnya dikala berada di Pura Tampak Siring. ‘Kutus Kutus’ berarti 88 dalam bhs Bali. Kebetulan menurut dunia penyembuhan, angka 8 mewakili arti pengobatan tanpa batas.

Konsep minyak Kutus Kutus lebih utamakan self healing. Tubuh manusia dipercaya miliki kekuatan atau ‘chi-prana’. Energi ini berfaedah untuk memperbaiki dan tingkatkan proses metabolisme tubuh, tingkatkan kerja organ, memperlancar sirkulasi darah, enzim dan hormon, memperkuat proses imunitas tubuh, menghangatkan dan mengatur panas tubuh.